CDCSUI Perkuat Pascapanen Pala dan Cengkeh di Tidore
TIDORE KEPULAUAN – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas pala dan cengkeh di tingkat masyarakat terus didorong melalui Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI). Salah satu langkah yang dilakukan adalah FGD dan asesmen persiapan intervensi pascapanen tanaman target pala dan cengkeh yang dilaksanakan di Kelurahan Jaya dan Kelurahan Gurabunga, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (12-13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki sekaligus mengungkap berbagai persoalan yang dihadapi dalam penanganan hasil panen. Diskusi menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi sumber daya alam serta sumber daya manusia yang dapat dikembangkan, namun masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses pascapanen, terutama pada tahap pengeringan dan pengawetan pala dan cengkeh.
Cuaca menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat, khususnya ketika masa panen bertepatan dengan musim penghujan. Kondisi tersebut membuat proses pengeringan tidak optimal. Saat cuaca cerah, masyarakat umumnya masih mengandalkan penjemuran secara manual, termasuk memanfaatkan bahu jalan. Sementara ketika hujan, pengeringan dilakukan dengan sistem pengasapan. Metode yang masih sederhana tersebut berpengaruh terhadap kualitas hasil panen dan pada akhirnya turut menurunkan nilai ekonomi pala dan cengkeh yang dihasilkan masyarakat.
Hasil asesmen kemudian mengarah pada kebutuhan intervensi yang lebih spesifik, yaitu penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pascapanen serta dukungan peralatan pengering yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Intervensi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas hasil panen, mengurangi risiko penurunan mutu akibat kondisi cuaca, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.
Melalui rangkaian FGD dan asesmen ini, CDCSUI tidak hanya mengidentifikasi persoalan, tetapi juga memastikan bahwa rencana intervensi disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata masyarakat di lokasi. Hasil asesmen di Kelurahan Jaya dan Gurabunga menjadi dasar bagi tahapan selanjutnya dalam mempersiapkan dukungan pascapanen pala dan cengkeh yang lebih tepat guna dan berkelanjutan.